Fisioterapi (D3)

Mengenal   Pendidikan  Fisioterapi

Politeknik Kesehatan Dr.Rusdi

Pendidikan Fisioterapi Politeknik Kesehatan Yayasan RSU Dr.Rusdi atau yang lebih dikenal dengan nama Fisioterapi Poltekkes Dr.Rusdi merupakan Pendidikan Tenaga Kesehatan  yang menyelenggarakan pendidikan tinggi dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi bidang kesehatan. Pendidikan ini merupakan perubahan dari Akademi Fisioterapi Yayasan RSU Dr.Rusdi yang berdiri sejak tahun 1987 dengan SK Menkes Depkes Ri NO: 2706 A / Kep / Diknakes / 1987 selanjutnya untuk memenuhi perkembangan Profesi Fisioterapi berubah menjadi Politeknik Kesehatan Dr.Rusdi dengan Program studi D – IV Fisioterapi dan D – III Fisioterapi dengan Ijin Dirjen Dikti NO: 71/D/0/2009 dan Rekomendasi PPSDM Depkes RI NO: HK.03.05/1/4/00494/2009.

Hingga saat ini untuk Program Studi D III Fisioterapi telah meluluskan sebanyak XVIII (delapan belas) angkatan yang berjumlah 564 orang dan  semua alumninya telah bekerja di Instansi pemerintah sebagai pegawai negeri sipil maupun Swasta serta membuka praktik diklinik-klinik mandiri maupun secara bersama dengan Dokter spesialis yang  tersebar diseluruh Nusantara.

Fisioterapi adalah bentuk pelayanan kesehatan yang ditujukan kepada individu dan atau kelompok untuk mengembangkan, memelihara dan memulihkan gerak dan

fungsi tubuh sepanjang daur kehidupan dengan menggunakan penanganan secara manual, peningkatan gerak, peralatan (fisik, elektroterapeutis dan mekanis), pelatihan fungsi, komunikasi. (Kepmenkes RI No.1363/MENKES/SK/XII/2001)

Setiap Lulusan Fisioterapi Poltekkes Dr.Rusdi dibekali kemampuan sesuai standar kompetensi Profesi Fisioterapi seperti  Kompetensi Kemampuan : Kemampuan melakukan justifikasi profesi,  Kemampuan melakukan proses fisioterapi sampai evaluasi, Kemampuan analisis yang kompleks,  Kemampuan melakukan pengukuran fisioterapi , Kemampuan mendidik, Kemampuan manajerial di bidang fisioterapi,  Kemampuan menjaga mutu pelayanan fisioterapi, Kemampuan komunikasi, interaksi dan diskusi dengan profesi lain,  serta Kemampuan penelitian.

Tujuan Pendidikan Program Fisioterapi Poltekkes Dr.Rusdi  adalah Meluluskan tenaga Kesehatan Profesional yang dapat bersifat mandiri, penopang atau saling ketergantungan dengan profesi kesehatan lainnya berjiwa Wirausaha, sehingga dapat Bekerja di Rumah Sakit Pemerintah maupun swasta, Institusi pendidikan Fisioterapi, Klinik Kesehatan, Pusat Kesehatan di perusahaan, KONI, Pusat Olah Raga Kebugaran, Puskesmas atau pada Klinik privat/Klinik mandiri, dengan Motto : Ciptakan Keyakinan Profesi, Ilmu dan Masa Depan.

Dalam setiap proses pembelajaran di Politeknik Kesehatan Dr.Rusdi memiliki tujuan pengajaran, cara dan sarana yang digunakan dirancang sedemikian rupa sehingga proses pembelajaran mahasiswa dapat berlangsung secara optimal. Pada saat mengajar, dosen menggunakan berbagai metode dalam setiap penyajian bahan pengajaran untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pengajaran. Metode pengajaran yang diterapkan oleh Program Studi DIPLOMA-IV dan DIPLOMA-III Fisioterapi, yaitu :

1) Tatap muka, penyajian materi ajar oleh dosen di depan kelas secara lisan.

2) Diskusi, yaitu mengungkapkan pendapat untuk memecahkan suatu permasalahan.

3) Demonstrasi, yaitu penyajian bahan ajar dengan sebuah model atau benda aslinya.

4) Tanya jawab, yaitu cara penyajian bahan pengajaran dengan jalan mengajukan pertanyaan untuk mendapatkan jawaban atau tindakan sebagai jawaban.

5) Pemberian tugas, yaitu cara penyajian bahan ajar dengan memberikan kesempatan kepada para mahasiswa untuk memperluas wawasan pengetahuan dan ketrampilan.

6) Praktik/praktikum, yaitu penyampaian bahan pengajaran dengan memberi kesempatan berlatih kepada mahasiswa untuk meningkatkan ketrampilannya.

7) Metode active learning yaitu cara penyampaian bahan pengajaran dengan memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk mandiri dalam belajar, pengembangan kemampuan berpikir kritis, problem solving, intelektual, profesional, baik secara individu dan kelompok dengan memandang mahasiswa sebagai makhluk andragogy sehingga dapat menemukan jawaban terhadap permasalahan yang dihadapinya, melalui proses penelitian, information search, dll.

8) Bed side teaching, yaitu pembelajaran dengan peragaan model langsung/klien.

9) Praktek Klinis, yaitu pembelajaran praktek langsung di lahan praktek.

10) Inkuiri (inquiry), yaitu cara penyampaian bahan pengajaran dengan memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar mengembangkan potensi intelektualnya dalam kegiatan yang disusunnya sendiri untuk menemukan awaban yang meyakinkan terhadap permasalahan yang dihadapinya, melalui proses penelitian, mencari data dan informasi serta pemikiran yang logis, kritis dan sistematis.

Rismaidah Purba, M.Fis

Ketua Jurusan Fisioterapi Poltekkes Dr.Rusdi Medan